Assalamu’alaikum
Warahmatullahi Wabarakatuh, SALAM JOMBLO!(untuk gue sendiri).
Bucin
atau Budak Cinta atau “pesuruh” sudah
bagaikan virus menular yang sangat
mematikan bagi para pengidapnya. Bucin tengah menjangkiti anak-anak muda jaman
sekarang. Terutama kaum pria. Nih ya untuk para cowok, sedikit aja lo kena
virus nya akan susah lo untuk mengobati kebucinan lo. Bucin nggak ada obat!.
Gue
geli-geli jijik gimana gitu sama para bucin. Kok mau gitu disuruh-suruh. Disuruh
ini lah, disuruh itu lah, disuruh anu lah, disuruh ena lah. Bahkan ada yang
sampe tukeran display picture (DP) di
profil sosmed mereka. Ih sumpah iyuh jijik banget. Si cewek memasang foto
cowoknya, si cowok memasang foto ceweknya dan gue tau itu adalah perintah dari
ceweknya. Kenapa? karna kami para cowok nggak akan mau melakukan suatu hal yang
menjijikkan seperti itu. Setelah ini pasti akan muncul sebuah pertanyaan “katanya
nggak mau tapi kok tetep mau ngelakuin sih?”. Karna cuma itu cara agar kami
bisa bertahan hidup. Yaaa terpaksa aja gitu.
Lagian
buat apaan coba? Biar orang-orang tau kalo kalian pacarannya akur terus? Biar
orang-orang tau kalo kalian pacarannya sosweet?. Kalian salahhh besarrr…… yang kalian
lakukan justru membuat kami jadi geli-geli gatel gimana gitu. Iyuh.
Ada
juga bucin yang bodoh yang sudah kehilangan akal sehatnya. Itu pun kalo awalnya
punya akal sehat ya, kalo akalnya sudah sakit duluan yasudah… rusak sudah.
Kenapa gue bilang gitu, karna ada 2 kebodohan yang bisa mereka lakukan.
Yang
pertama, mereka para bucin bisa lupa KK alias Kartu Keluarga. KK adalah dokumen
resmi yang mencatat nama anggota keluarga, termasuk lo dan orang tua lo. Tapi,
kebanyakan bucin sepertinya lupa punya KK, karena yang dia inget cuma jadwal
kencan sama pacarnya. Bahkan tanpa segan-segan, ia berani menolak permintaan
ibunya demi bisa pergi dengan pujaan hati. Benar-benar berani. Benar-benar
berani menghadapi kemungkinan namanya dicoret dari KK!.
Yang
kedua, dompetnya bolong. Iya bolong, bukan bener-bener bolong ya itu sih
pacaran kurang modal namanya. Ini cuma kiasan. Artinya,seorang bucin akan rela
membayar apa pun demi menyenangkan hati pacarnya. G*BL*K. Emosi gue. Baik boleh
tapi ya nggak segitunya juga kali. Pokoknya urusan bayar membayar kayak bayar
makanan, beliin kado, beli jajan, bayar tiket nonton, bayar wc umum, nyumbang
kondangan, semua adalah tugasnya bucin. Nggak ada otak emang. Sorry ya bucin.
Sah juga belum udah menafkahi anak orang.
Setelah
gue berkata begitu, jangan kalian pikir gue nggak pernah jadi bucin. Ya gue
pernah. Menjadi seorang bucin adalah hal terbodoh yang pernah gue lakukan dalam
hidup gue. Dan gue sangat menyesalinya.
Tidak
semua yang pacaran itu bucin, tapi yang bucin pasti pacaran, tapi jangan kalian
pikir yang tidak pacaran tidak bucin. Ya yang jomblo pun juga bisa terkena virus
bucin. Kenapa gue bilang gitu? Karna gue pernah mengalaminya.
Ya,
gue pernah jadi bucin dalam keadaan jomblo. Bodoh memang. Sebenernya sih belum
bisa dikategorikan sebagai bucin ya. Melainkan sebuah inisiatif dalam
memperjuangkan sebuah perasaan dalam sebuah hubungan percintaan. (sorry gue kayak bajaj, ngeles). Jadi
waktu itu gue pernah deketin adek kelas gue. Masih deket ya belum jadian. Karna
dia berangkat sekolah naik angkot, dengan bodoh nya gue menawarkan diri untuk
antar jemput dia sekolah. Padahal nih ya jarak sekolah kerumah gue itu deket
sedangkan jarak rumah gue ke rumah dia itu jauh, hampir 30 menitan. Pengorbanan
memang. Hampir 1 minggu gue jadi ojek gratis dia. Setelah itu kami lost contact sekitar 1-3 harian.
Dan
setelah beberapa hari kalian tau apa yang terjadi? yang terjadi adalah dia
malah jadian sama orang lain. Keparat memang. Deket sama gue, gue yang jadi
bucin, eh jadiannya sama orang lain. Kentuttt kentutttt. Baru aja nge gebet,
belum juga nyatain perasaan, udah di sambet orang bae. Sontak gue langsung
teriak tapi dalam hati “kenapaaaa…kenapaaaa ya tuhaannn…kenapa gue bisa kena
virus ituuu…”.
Yang
gue lakukan hampir 1 minggu itu sia sia. Gue merasa jadi kelinci percobaan. Seolah-olah
semua terjadi itu gue lakukan di pikiran bawah sadar gue. Kok bisa gitu gue mau
melakukan hal sebodoh itu. Astogeeeee. Yah setidaknya gue sudah mencoba
walaupun zonk.
Cowok
memang sudah dilahirkan sebagai pejuang untuk selalu berjuang. Bagaimana pun
cowok memang harus berjuang. Lampu hijau
artinya jalan, lampu kuning artinya hati-hati, lampu merah artinya berhenti,
iya…… berhenti dia sudah milik orang lain. “Asalkan kau bahaaaagiiiiaaaaaaaa” (nyanyi).
Biarin
ajah udah biarin, biarin emang begituh biarin, biarin ajah udah biarin, ga ada
lagi udah biarin, biarin ajah biarin dah biarin, biarin emang biarin udah,
biarin ajah emang biarin udah, udah gakpapa biarin ajah, biarin ajah biarin.
Bucin
memang nggak ada obat, tapi bucin bisa kita hindari. Gue ada beberapa tips agar
lo manusia-manusia lemah tidak terjangkit virus bucin.
Yang
pertama, pakailah otak lo. Lo jadi bucin karna lo nggak pakai otak dan nggak
pakai akal sehat, hanya menggunakan hati lo yang rapuh itu. Menjalani hubungan
cinta pun harus tak sepenuhnya melibatkan hati dan perasaan. Jadi, dalam
menanggapi segala pernyataan pasangan, berpikir logislah, jadi cowok harus
berpikir logis jangan ngayal-ngayal kayak cewek. Biar lo nggak mudah
dibohongin. Emang lo mau dibohongin lagi? Buat apa? Udah nggak enak, nggak bisa
dimasukkan ke daftar pengalaman kerja di CV pulaaa!!!!.
Yang
kedua, tetap mandiri. Budak cinta umumnya merasa dunia akan jadi lebih lengkap
kalau apa-apa dijalani berdua. Makan, berdua. Minum, berdua. Antre di
Indomaret, berdua. Beli bensin, berdua. Ngupil, berdua. Boker, berdua. Tidur,
berdua. Mandi, berdua. Pokoknya semua hal yang dilakukan harus berdua. Naahhh,
untuk menghindari ketergantungan yang mendalam dan rasa kehilangan yang teramat
besar setiap kali pasangan kita (hah kita? Kalian aja ya, gue belum punya!)
sedang sibuk dan pergi entah kemana, cobalah untuk tetap bersikap mandiri.
Kalau males sendiri, buat janji sama temen-temen lo dan habiskan waktu secara
berkualitas. Jangan diem dirumah, sendirian dikamar melakukan senam tangan
(c*li).
Yang
kedua, jangan nggak enakan buat bilang “nggak”. Mentang-mentang cinta, lo rela
melakukan apa pun demi pacar lo. Mulai dari beliin baju, beliin celana,
antar-jemput, sampai bayarin tagihan listrik dan utang keluarga. Nah, pada
titik ini, sebaiknya lo berpikir ulang dan mengevaluasi perasaan sayang lo
sendiri. Benarkah lo melakukan semuanya atas dasar cinta? Atau sebenernya lo cuma
merasa nggak enak untuk bilang “ngga, ah beb” pada pasangan lo? Kalau lo merasa
nggak enak, apa penyebabnya? Apakah kurang garam atau kamu lupa pakai micin?.
Intinya
bersikaplah tegas. Bangun batasan tentang hal-hal yang bisa lo lakukan dan yang
nggak lo lakukan dengannya ataupun untuknya. Mantap!.
Yang
ketiga, jangan takut ditinggalkan. Poin ini adalah poin yang paling “mengerikan”
bagi sebagian orang. Merasa takut ditinggalkan atau dalam bahasa sederhananya
adalah takut break atau takut putus. Banyak orang memutuskan rela
untuk menjadi budak cinta dan melakukan apa pun demi mempertahankan kekasih
hati. Yang belum tentu dia jodoh lo. Siapa tau lo udah lama pacaran tapi
ternyata lo cuma jagain jodoh orang. Berjasa sih wkwkk. Maka dari itu pacaran
adalah hal yang tidak penting.
Yang
keempat, jangan punya pacar atau gebetan. Ini dia!!! Ini dia poin paling utama
dalam langkah menghindari diri menjadi bucin alias budak cinta!!!. Intinya
hanya satu, ngapain punya pacar atau gebetan? Biar bisa ena-ena?. Watdepakyu!.
Ya…ya…ya,
daripada pusing menghadapi kenyataan diri berubah menjadi bucin, kenapa nggak
isolasi aja diri lo sendiri dan menghindari dari kisah kasih yang terkadang
penuh dengan kepiluan dan kepalsuan? Coba aja kalian jomblo selama beberapa
bulan. Gue jamin lo akan nyaman, karna gue sudah melakukannya. Tapi kalo lo
nggak nyaman itu berarti lo udah terjangkit virus bucin stadium 4… ratus.
Sebenarnya,
nilai diri kita tidak pernah tergantung pada pacar yang kita miliki, ges-gesku.
Sebaliknya, kitalah yang menunjukkan siapa diri kita sebenarnya, baik saat
masih jomblo maupun sudah punya kekasih. Lagipula, kalau si pacar benar-benar
menginginkan kita (hah, kita???), dia
akan menunjukkannya.
Nggak
usah khawatir, karna rezeki sudah diatur oleh Allah, jadi saat kalian jomblo
jangan takut nggak dapat jodoh. Lo belum dapat karna Allah tau lo belum siap.
Oleh karena itu, mari kita persiapkan diri kita masing-masing untuk jodoh kita
nanti. Siapa tau aja kalian (cewek) yang baca ini jadi jodoh gue hahaha. So keputusan
ada di tangan kalian, jadi pakailah akal sehat lo oke.
Sekian dari gue
terimakasih.
SALAM JOMBLO!
JANGAN LUPA NGAKAK HARI INI :D.
Wassalam.

Komentar
Posting Komentar